Senin, 14 Juni 2010

KERIS KANJENG NYAI DARATISTA MASUK FAVORIT



Kanjeng Nyai Daratista
Dhapur Goyang Inul
Pamor Dwi Warno
Warangka kreasi : Suyamto Plompong - Solo
(foto MM. Hidayat).

Keris karya jaman kemerdekaan bergelar Kanjeng Nyai Daratista masuk Favorite Award, dengan lekuk berdhapur Goyang Inul. Sebuah keris inovasi baru yang sangat memukau karya Toni Junus.

”Saya menghayati sebuah fenomena kehidupan yang luar biasa pada mbak Inul, dari penyanyi ndeso menjadi populer dengan kemampuan yang dimiliki, namun pula sebagai potret tentang kesedihan, dicerca, dihina, dicekal yang menjadi sebuah kehidupan fenomenal yang tergelar di bumi ini (gumelaring jagad), ide itulah yang kemudian ingin saya munculkan untuk dipahami sebagai sebuah makna kehidupan untuk selalu bertaqwa kepada YME”, Toni Junus menjelaskan.

Keris berdhapur Goyang Inul bergelar Kanjeng Nyai Daratista dibuat dari bahan meteor Campo Del Cielo didatangkan dari Argentina. Pamornya ”dwi warno” memaknai dua sisi kehidupan manusia.

Secara keseluruhan pemaknaan keris ini adalah sebagai harapan bahwa kesuksesan itu "tidak datang secara instan", melainkan melalui perjuangan tanpa pamrih seperti pohon yang tumbuh dari kecil menjadi pohon besar yang kemudian sudah sewajarnya angin yang bertiup pun semakin kencang. Pada tahap ini manusia harus selalu harus ingat kata luhur ”ojo dumeh”.

Karya kolaborasi H. Duraphi sebagai pande kodokan yang diolah gebagan dan drip oleh Toni Junus, dibantu M. Jamil sebagai penglaras pola.

(diambil dari salah satu surat kabar lokal Jakarta).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar